FKDKP kembali menyelenggarakan Webinar bertema ESG – Inovasi Produk dan Layanan Keuangan Berkelanjutan Skema Hijau untuk Menangkap Peluang Pendanaan dan Investasi”, pada tanggal 25 November 2025. Kali ini,  Keynote Speaker yaitu Bapak Agus Edy Siregar selaku Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan Otoritas Jasa Keuangan; serta Narasumber dari OJK Deputi Direktur Pengembangan Perbankan Specialist Sustainable Finance -  Woro Kusumaningrum , Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia / IDX-  Iman Rachman , dan praktisi dari  Bank Central Asia,  Executive Vice President Investor Relations & ESG - I Ketut Alam Wangsawijaya. Pada kesempatan ini, Fransiska Oei selaku Sekretaris Jenderal FKDKP memberikan kata sambutan sekaligus membuka Acara Webinar, dan moderator adalah  Ardhi Wibowo – Pengurus Bidang Pelatihan.


Keynote Speaker,  Agus Edy Siregar menyampaikan dalam speech-nya bahwa dalam mendukung transisi ekonomi berlanjutan, OJK senantiasa memperkuat fondasi ekosistem keuangan berkelanjutan dengan adanya peluncuran roadmap keuangan berkelanjutan, POJK 51 tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan hingga dimulainya pengembangan taxonomy untuk keuangan berkelanjutan. Tujuan dari kebijakan tersebut ialah agar memastikan industri keuangan mampu beradaptasi, bertransformasi dan bersaing secara global sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Narasumber pertama, Woro Kusumaningrum – Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, menyampaikan terkait urgensi transisi menuju ekonomi rendah karbon bagi sektor perbankan yaitu karena adanya perkembangan kebijakan dan standar ESG di global serta terciptanya standar global terkait risiko iklim. Oleh karena itu, OJK membuat kebijakan di antaranya yaitu menerapkan keuangan berkelanjutan dan membentuk komitenya, Penerbitan ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance, Penerbitan CRMS, dan lainnya. Beliau juga menyampaikan terkait arah pengembangan kebijakan risiko iklim dan transisi pada tahun 2026, yakni diantaranya dalam hal manajemen risiko iklim, pelaporan dan pengungkapan, aksi pengawasan, serta pendalaman keuangan berkelanjutan.

Narasumber Kedua, Iman Rachman – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia / IDX, menyampaikan terkait program dekarbonisasi yang dikonsepkan oleh IDX  untuk mengurangi emisi. Beliau juga menyampaikan bahwa instrumen investasi yang berkelanjutan di pasar modal dapat dicapai dengan GSS Bonds (Green, Social, and Sustainability), indeks ekuitas bertema ESG, reksa dana ESG, jual beli karbon, dan ekuitas hijau. IDX memperkenalkan IDX Green Equity Designation yang akan datang sebagai program investasi hijau dan juga secara resmi telah meluncurkan Indonesia Carbon Exchange (IDX Carbon) untuk mendukung pemerintah dan perusahaan yang terdaftar terhadap dekarbonisasi dan net-zero.

Narasumber Ketiga,  I Ketut Alam Wangsawijaya – Executive Vice President Investor Relations & ESG PT Bank Central Asia Tbk., menyampaikan terkait 3 pilar prinsip keuangan berkelanjutan yang diterapkan oleh Bank BCA, di antaranya yaitu Perbankan Berkelanjutan, Budaya Keberlanjutan, dan Berkarya Memberi Nilai. Penerapan ESG penting karena sebagai kepatuhan terhadap POJK No. 51 tahun 2017 tentang Keuangan Berkelanjutan, strategi perbankan dalam mengelola investasi/bisnis, upaya memantau dan mitigasi risiko akibat perubahan iklim, pertimbangan investor dalam pengambilan keputusan investasi, dan lain-lain.